Kamis, 5 November 2026Dipersembahkan oleh EMELA · Belanja di emela.id
Mitos vs Fakta · Tren

Mitos vs Fakta Tren Skincare Viral: Slugging, Skin Flooding, 10 Langkah

Slugging adalah tren skincare viral yang tidak cocok untuk semua kulit. Cek fakta skin flooding, 10 langkah, double cleansing, dan masker DIY.

Oleh Tim Edukasi EMELADitinjau EMELADiperbarui 5 Nov 20266 menit baca
Tren skincare viral seperti slugging, skin flooding, dan rutinitas 10 langkah dibahas dalam artikel mitos vs fakta

Daftar Isi 10 bagian
  1. Mitos: Slugging cocok untuk semua jenis kulit
  2. Mitos: Skin flooding artinya memakai skincare sebanyak mungkin
  3. Mitos: Makin banyak langkah skincare, makin bagus hasilnya
  4. Mitos: Double cleansing wajib untuk semua orang
  5. Mitos: Masker DIY dari bahan dapur pasti aman
  6. Mitos: Sunscreen justru berbahaya, jadi tidak perlu dipakai
  7. Cara menyaring tren skincare sebelum mencobanya
  8. Kapan perlu ke dokter?
  9. FAQ seputar tren skincare viral
  10. Sumber terpercaya
Jawaban singkat

Tren skincare viral tidak semuanya salah, tetapi jarang cocok untuk semua orang. Slugging adalah mengoleskan lapisan oklusif tebal, biasanya petrolatum, sebagai langkah terakhir malam hari. Cara ini bisa membantu kulit kering, tetapi bisa memperburuk kulit berminyak dan berjerawat. Skin flooding berarti melapisi beberapa produk ringan berbasis air di kulit yang masih lembap, lalu dikunci pelembap; prinsipnya hidrasi, bukan menumpuk produk sebanyak-banyaknya. Rutinitas 10 langkah tidak wajib, dan masker DIY dari bahan dapur bisa berisiko. Rutinitas sederhana yang kamu jalani konsisten, ditambah sunscreen, biasanya lebih bermanfaat.

Hampir setiap minggu ada tren skincare baru di media sosial. Sebelum ikut mencoba, cek dulu mana yang masuk akal untuk kulitmu.

Mitos: Slugging cocok untuk semua jenis kulit

Fakta: Slugging bisa bermanfaat untuk kulit kering atau kulit yang skin barrier-nya sedang terganggu, karena lapisan oklusif membantu mengurangi penguapan air dari kulit. Namun, dermatolog di Cleveland Clinic menyarankan kulit berminyak dan berjerawat menghindari slugging, karena kulit berminyak sudah punya lapisan lemak yang cukup dan slugging justru bisa memperburuk jerawat. Slugging juga sebaiknya tidak dilakukan di kulit yang sedang infeksi atau ada luka terbuka. Di iklim tropis yang lembap seperti Indonesia, banyak orang juga merasa slugging terlalu berat. Kalau skin barrier-mu sedang bermasalah, baca dulu Skin Barrier: Apa Itu, Ciri-Ciri Rusak, dan Cara Merawatnya.

Mitos: Skin flooding artinya memakai skincare sebanyak mungkin

Fakta: Skin flooding adalah teknik melapisi beberapa produk ringan berbasis air, seperti toner, essence, atau serum yang mengandung humektan (misalnya glycerin dan hyaluronic acid), di kulit yang masih sedikit lembap, lalu ditutup dengan pelembap. Menurut artikel di Dermascope, tujuannya meningkatkan kadar air di lapisan terluar kulit lalu “menguncinya”. Jadi intinya hidrasi bertahap dengan produk yang ringan, bukan menumpuk banyak produk aktif sekaligus. Menumpuk terlalu banyak produk pencerah, eksfoliasi, atau retinol dalam satu waktu justru berisiko membuat kulit iritasi.

Belum yakin jenis kulitmu?
Tren yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untukmu. Kenali jenis kulitmu dulu
Ikut Kuis

Mitos: Makin banyak langkah skincare, makin bagus hasilnya

Fakta: Rutinitas 10 langkah ala Korea populer, tetapi dermatolog di Cleveland Clinic tidak merekomendasikannya untuk semua orang. Alasannya, kebanyakan orang hanya konsisten menjalankan dua sampai tiga langkah, dan saat kamu memakai banyak produk sekaligus, sulit mengetahui produk mana yang membuat kulit bereaksi. Saran yang lebih masuk akal: pilih langkah yang benar-benar kamu butuhkan, perkenalkan produk baru satu per satu, lakukan patch test, dan selalu tutup rutinitas pagi dengan sunscreen. Bagi banyak orang, tiga sampai lima langkah sudah cukup.

Mitos: Double cleansing wajib untuk semua orang

Fakta: Double cleansing, yaitu mencuci wajah dua kali dengan pembersih berbasis minyak lalu pembersih berbasis air, bisa membantu bila kulitmu sangat berminyak atau kamu memakai makeup tebal. Namun menurut Cleveland Clinic, bagi kebanyakan jenis kulit cara ini bisa membuat wajah terlalu sering dicuci, yang memicu kulit kering, iritasi, dan rusaknya skin barrier, lalu berujung pada jerawat. Pilih pembersih yang sesuai jenis kulitmu dan cuci wajah dengan lembut.

Mitos: Masker DIY dari bahan dapur pasti aman

Fakta: Bahan dapur tidak dirancang untuk kulit wajah dan kadarnya tidak terukur. Air jeruk nipis atau lemon yang terkena sinar matahari, misalnya, bisa memicu reaksi kulit yang meninggalkan bercak gelap. American Academy of Dermatology (AAD) juga memperingatkan tren memakai cabai untuk membuat bibir tampak penuh karena bisa memicu dermatitis dan noda gelap yang sulit hilang. Tren lain seperti menggosok kulit pisang ke wajah, menurut Cleveland Clinic, tidak memberi manfaat berarti. Pembahasan lengkap soal bahan dapur untuk mencerahkan wajah ada di Mitos vs Fakta Mencerahkan Wajah: Jeruk Nipis, Kunyit, sampai Scrub.

Mitos: Sunscreen justru berbahaya, jadi tidak perlu dipakai

Fakta: AAD menyoroti meningkatnya konten anti-sunscreen di media sosial sebagai tren yang mengkhawatirkan. Dermatolog tetap merekomendasikan sunscreen sebagai bagian penting perlindungan kulit dari sinar UV, yang berperan pada kulit terbakar, noda gelap, penuaan dini, dan risiko kanker kulit. Kalau kamu tidak nyaman dengan satu jenis sunscreen, cari tekstur atau jenis filter lain, jangan berhenti memakainya. Panduannya ada di Cara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit: SPF, PA, dan Tekstur.

Cara menyaring tren skincare sebelum mencobanya

Sebelum ikut tren, tanyakan lima hal ini:

  1. Siapa yang membuat kontennya? Tenaga kesehatan, merek, atau sekadar pengalaman pribadi?
  2. Apakah cocok untuk jenis kulitku? Tren untuk kulit kering belum tentu cocok untuk kulit berminyak.
  3. Apakah melibatkan alat atau prosedur? Prosedur kosmetik di rumah, misalnya microneedling atau dermaroller, menurut AAD berisiko infeksi dan teknik yang salah.
  4. Apakah produknya terdaftar BPOM? Cek di situs Cek Produk BPOM.
  5. Bisakah aku mencobanya bertahap? Lakukan patch test di lengan bagian dalam dan perkenalkan satu produk baru dalam satu waktu.

Kalau kulit memerah atau muncul jerawat setelah mencoba sesuatu yang baru, hentikan dulu dan bedakan dengan purging di Purging atau Breakout? Ini Bedanya dan Cara Menyikapinya. Untuk kulit berjerawat, susunan rutinitas yang lebih aman ada di Urutan Skincare untuk Kulit Berjerawat: Rutinitas Pagi dan Malam.

Untuk langkah terakhir malam yang ringan

EMELA Glowing Night Cream

Kalau kamu ingin kulit tetap lembap semalaman tanpa lapisan tebal ala slugging, Night Cream bisa menjadi langkah terakhir rutinitas malammu. Teksturnya gel ringan dengan hasil akhir lembap dan dewy, membantu kulit tampak lebih cerah, merata, dan terasa lebih kenyal saat bangun tidur.

30 gLicorice Extract 5,27%, Niacinamide 5%, Glycerin 3%, 8 Whitening Complex 0,1% (total untuk seluruh kompleks)Super Moisturizing Max 2% dan HA complex (Sodium Hyaluronate + Hydrolyzed Hyaluronic Acid + Polyglutamic Acid)0% Hydroquinone, 0% Paraben, 0% Mineral Oil, 0% Phthalates, 0% Pewarna Sintetis, tanpa retinolMengandung pewangi (soft floral)Terdaftar BPOM: NA18260103966

Cara pakai: malam hari, sebagai langkah terakhir setelah serum, oleskan merata ke wajah dan leher. Untuk kulit berminyak, oleskan tipis. Di pagi hari, gunakan Day Cream lalu sunscreen.

Catatan kecil: patch test wajib sebelum pemakaian pertama (oleskan sedikit di lengan bagian dalam, amati 24–48 jam). Hindari jika kamu alergi pewangi. Hentikan pemakaian bila muncul kemerahan, gatal, atau perih. Untuk usia 14 tahun ke atas. Hasil umumnya mulai terlihat dalam 14 hari pemakaian rutin, tetapi berbeda pada tiap orang. Glowing Series membantu kulit tampak lebih cerah dan merata, bukan memutihkan, dan bukan obat jerawat.

Kapan perlu ke dokter?

Periksakan diri ke dokter atau dokter spesialis kulit kalau:

  • Kulit memerah, perih, melepuh, atau mengelupas parah setelah mencoba tren atau produk baru
  • Jerawat makin banyak dan meradang, terutama jerawat besar yang nyeri, setelah mencoba slugging atau menambah banyak produk
  • Muncul tanda infeksi, seperti nyeri, bengkak, bernanah, atau demam, apalagi setelah memakai alat seperti dermaroller di rumah
  • Muncul noda gelap baru setelah iritasi atau memakai bahan dapur
  • Wajah, bibir, atau lidah bengkak, atau kamu sesak napas setelah memakai produk. Ini perlu pertolongan darurat

FAQ seputar tren skincare viral

Slugging adalah apa, dan bagaimana caranya?

Slugging adalah mengoleskan lapisan tipis produk oklusif seperti petrolatum sebagai langkah terakhir rutinitas malam. Cara ini lebih cocok untuk kulit kering, dan sebaiknya dihindari kulit berminyak dan berjerawat.

Apakah skin flooding cocok untuk kulit berminyak?

Prinsip hidrasi bertahap dengan produk ringan berbasis air umumnya bisa disesuaikan untuk banyak jenis kulit. Pilih tekstur ringan dan jangan menumpuk terlalu banyak produk aktif.

Berapa langkah skincare yang ideal?

Tidak ada angka wajib. Bagi banyak orang, pembersih, pelembap, dan sunscreen sudah menjadi dasar yang baik; tambahkan serum sesuai kebutuhan.

Apakah masker DIY untuk mencerahkan wajah aman?

Banyak bahan dapur bisa memicu iritasi atau reaksi saat terkena matahari. Lebih aman memilih produk yang terdaftar BPOM dan jelas komposisinya.

Bagaimana tahu tren skincare 2026 yang layak dicoba?

Cek sumbernya, sesuaikan dengan jenis kulitmu, coba bertahap, dan hentikan bila kulit bereaksi.

Lima langkah, bukan sepuluh

Paket Complete 5 Produk dari Glowing Series (Face Cleanser + Essence Toner + Dark Spot Serum + Day Cream + Night Cream) adalah satu rutinitas lengkap pagi dan malam yang tetap sederhana. Pagi hari, tutup dengan sunscreen. Untuk pemula, mulai satu produk dulu dan tambahkan bertahap dengan jeda beberapa hari. Bingung mulai dari mana? Tanya tim kami.

Sumber terpercaya

Ditinjau oleh: EMELA · Konten bersifat edukasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Hasil dan reaksi pemakaian skincare bisa berbeda pada tiap orang.

Baca Juga