Kamis, 5 November 2026Dipersembahkan oleh EMELA · Belanja di emela.id
Panduan · Sunscreen

Cara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit: SPF, PA, dan Tekstur

Cara memilih sunscreen sesuai jenis kulit: arti SPF dan PA, beda physical, chemical, dan hybrid, serta tekstur untuk kulit berminyak.

Oleh Tim Edukasi EMELADitinjau EMELADiperbarui 5 Nov 20266 menit baca
Perbandingan tekstur sunscreen krim, gel, dan tinted untuk memilih sunscreen sesuai jenis kulit

Daftar Isi 8 bagian
  1. Apa arti SPF dan PA di label sunscreen?
  2. Sunscreen physical, chemical, atau hybrid, apa bedanya?
  3. Sunscreen seperti apa untuk kulit berminyak dan berjerawat?
  4. Bagaimana dengan kulit kering, kombinasi, dan sensitif?
  5. Berapa banyak sunscreen yang dipakai di wajah?
  6. Kapan perlu ke dokter?
  7. FAQ seputar memilih sunscreen
  8. Sumber terpercaya
Jawaban singkat

Cara memilih sunscreen sesuai jenis kulit dimulai dari tiga hal: perlindungan (berspektrum luas, minimal SPF 30, dan ada keterangan PA untuk UVA), jenis filter (physical/mineral, chemical, atau hybrid), dan tekstur yang cocok dengan kulitmu. Kulit berminyak dan berjerawat biasanya nyaman dengan tekstur ringan dan non-comedogenic, kulit kering dengan tekstur krim yang melembapkan, kulit sensitif dengan formula yang lembut. Pada akhirnya, sunscreen terbaik adalah yang benar-benar kamu pakai setiap hari, dalam jumlah yang cukup, dan dipakai ulang.

Banyak orang berhenti memakai sunscreen bukan karena malas, tetapi karena salah pilih: terlalu lengket, bikin abu-abu, atau bikin jerawatan. Panduan ini membantu kamu membaca label dan memilih tekstur yang pas.

Apa arti SPF dan PA di label sunscreen?

SPF (Sun Protection Factor) terutama menunjukkan perlindungan dari sinar UVB, penyebab kulit terbakar (sunburn). Menurut FDA Amerika Serikat, angka SPF bukan ukuran berapa lama kamu boleh berada di bawah matahari, melainkan ukuran seberapa baik produk melindungi dari sunburn. Makin tinggi angkanya, makin tinggi perlindungan UVB-nya. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan minimal SPF 30.

PA (Protection Grade of UVA) adalah sistem penilaian perlindungan UVA yang banyak dipakai di Asia, termasuk Jepang dan Korea. UVA berperan pada penuaan dini dan munculnya noda gelap. Tanda plus menunjukkan tingkatnya. Berdasarkan ulasan di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology:

LabelTingkat perlindungan UVA
PA+Ada perlindungan UVA
PA++Perlindungan UVA sedang
PA+++Perlindungan UVA tinggi
PA++++Perlindungan UVA sangat tinggi

Jadi, kalau kamu menemukan label SPF 50 PA++, artinya perlindungan UVB-nya tinggi dan perlindungan UVA-nya di tingkat sedang. Untuk aktivitas lama di bawah terik matahari, lengkapi dengan topi, payung, berteduh, dan pakai ulang sunscreen secara rutin.

Istilah lain yang perlu kamu tahu: broad spectrum atau spektrum luas berarti produk melindungi dari UVA dan UVB.

Sunscreen physical, chemical, atau hybrid, apa bedanya?

  • Physical atau mineral memakai zinc oxide dan/atau titanium dioxide. Menurut Cleveland Clinic, jenis ini bekerja seperti perisai di permukaan kulit dan sering cocok untuk kulit sensitif atau mudah berjerawat. Kekurangannya, sebagian produk bisa meninggalkan white cast (lapisan keputihan) di kulit.
  • Chemical memakai filter yang menyerap sinar UV. Teksturnya umumnya lebih ringan dan mudah menyatu dengan kulit. Menurut Cleveland Clinic, dibanding sunscreen mineral, jenis ini lebih mungkin memicu iritasi atau alergi pada kulit sensitif.
  • Hybrid menggabungkan filter physical dan chemical, sehingga berusaha mengambil kelebihan keduanya: perlindungan yang nyaman dengan white cast minimal.

Tidak ada satu jenis yang paling benar untuk semua orang. Kalau kulitmu mudah perih dengan satu jenis, coba jenis lainnya.

Belum yakin jenis kulitmu?
Belum yakin jenis kulitmu berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif? Cek dulu di sini
Ikut Kuis

Sunscreen seperti apa untuk kulit berminyak dan berjerawat?

Cari label non-comedogenic (diformulasikan agar tidak menyumbat pori) dan tekstur ringan seperti gel, fluid, atau krim ringan dengan hasil akhir matte atau semi-matte. Hindari tekstur yang terasa berat dan berminyak. Kalau sunscreen terasa lengket, kamu cenderung memakainya terlalu tipis atau melewatkannya, padahal kulit berjerawat juga rentan meninggalkan noda gelap yang makin terlihat bila terpapar matahari. Untuk urutan lengkap rutinitasnya, baca Urutan Skincare untuk Kulit Berjerawat: Rutinitas Pagi dan Malam.

Bagaimana dengan kulit kering, kombinasi, dan sensitif?

  • Kulit kering: tekstur krim atau lotion yang melembapkan biasanya lebih nyaman. Pakai pelembap dulu, lalu sunscreen.
  • Kulit kombinasi: pilih tekstur ringan yang tidak membuat zona T makin mengilap, lalu tambahkan pelembap di area yang kering.
  • Kulit sensitif: pilih formula yang lembut dan minim pemicu iritasi. Banyak orang dengan kulit sensitif cocok dengan sunscreen mineral, tetapi tetap tergantung kulit masing-masing. Jika skin barrier sedang bermasalah, rawat dulu dengan rutinitas sederhana. Baca Skin Barrier: Apa Itu, Ciri-Ciri Rusak, dan Cara Merawatnya.
  • Kulit dengan noda gelap atau warna tidak rata: sunscreen bertint bisa membantu menyamarkan tampilan noda sekaligus memberi perlindungan. Baca juga Mitos vs Fakta Mencerahkan Wajah: Jeruk Nipis, Kunyit, sampai Scrub.

Kalau kamu lebih banyak di dalam ruangan, sunscreen tetap relevan. Penjelasannya ada di Perlu Pakai Sunscreen di Dalam Ruangan? Ini Jawabannya.

Berapa banyak sunscreen yang dipakai di wajah?

Jumlah sama pentingnya dengan angka SPF. AAD menyarankan sekitar satu sendok teh untuk wajah, dioleskan kurang lebih 15 menit sebelum keluar rumah, dan dipakai ulang setidaknya setiap 2 jam saat di luar ruangan atau lebih sering setelah berenang atau berkeringat. FDA juga menekankan pemakaian ulang setidaknya setiap 2 jam. Sunscreen yang dioleskan terlalu tipis tidak memberi perlindungan sesuai angka di label.

Tips praktis:

  1. Oleskan sunscreen sebagai langkah terakhir skincare pagi.
  2. Ratakan juga ke leher, telinga, dan garis rambut.
  3. Bawa sunscreen di tas untuk dipakai ulang.
  4. Lengkapi dengan topi, payung, atau berteduh di jam terik.
Sunscreen hybrid bertint untuk pemakaian harian

EMELA Protectint Whitening Sunscreen

Sunscreen 3-in-1 (sunscreen + skincare + makeup ringan) dengan filter hybrid physical + chemical dan Encapsulated UV Filter Technology. Teksturnya ringan dan cepat meresap, hasil akhirnya soft matte natural, dengan tint Beige yang non-ashy dan tanpa white cast. Coverage-nya ringan, membantu menyamarkan pori, noda gelap, dan bekas jerawat. “Whitening” di sini berarti membantu kulit tampak lebih cerah dan efek tone-up dari tint, bukan memutihkan.

SPF 50 PA++, untuk aktivitas harian di dalam dan luar ruangan20 mL, kemasan airless tubeNon-comedogenic dan acne-prone friendlyCocok untuk semua jenis kulit, termasuk sensitifNiacinamide 2% + GenoWhite, Aloe Vera Extract 5,1%, Licorice Extract 3,3% + Saxifraga Sarmentosa Extract, Lactosome 55 1%, Vita 8 Complex0% Paraben, 0% Mineral Oil, 0% Phthalates; cruelty-freeWangi bunga yang lembut (soft flowery)Harga: Rp110.000 · BPOM NA18251703532

Cara pakai: kocok perlahan, oleskan secukupnya ke wajah dan leher, ratakan hingga menyatu, tunggu 5–10 menit. Perlindungan UV hingga sekitar 8 jam, tetapi pakai ulang setiap 2–3 jam untuk perlindungan optimal, terutama setelah berkeringat atau banyak di luar ruangan. Bisa dipakai sendiri tanpa makeup lain, atau ditimpa cushion atau bedak tipis. Untuk usia 14 tahun ke atas.

Kapan perlu ke dokter?

Periksakan diri ke dokter atau dokter spesialis kulit kalau:

  • Kulit kemerahan, gatal, perih, atau muncul ruam setiap kali memakai sunscreen tertentu
  • Kamu mudah sekali terbakar matahari, atau kulit bereaksi berlebihan terhadap sinar matahari meski sudah memakai sunscreen
  • Jerawat makin parah setelah ganti sunscreen dan tidak membaik setelah produk dihentikan
  • Ada tahi lalat atau bercak yang berubah bentuk, warna, atau ukuran, atau luka yang tidak kunjung sembuh
  • Wajah, bibir, atau lidah bengkak, atau kamu sesak napas setelah memakai produk. Ini perlu pertolongan darurat

FAQ seputar memilih sunscreen

SPF 30 atau SPF 50, mana yang lebih baik?

Keduanya bisa dipakai untuk harian. AAD menyarankan minimal SPF 30. SPF 50 memberi perlindungan UVB lebih tinggi, tetapi keduanya tetap perlu dipakai dalam jumlah cukup dan dipakai ulang.

Apakah sunscreen chemical berbahaya?

Sunscreen yang beredar resmi telah melalui pengawasan regulator. Pada sebagian orang, filter tertentu bisa memicu iritasi. Jika itu terjadi, coba sunscreen mineral atau hybrid.

Apakah sunscreen bikin jerawat?

Tidak semua. Pilih yang berlabel non-comedogenic dan bersihkan wajah dengan baik di malam hari.

Apakah pelembap atau makeup ber-SPF sudah cukup?

Belum tentu. Perlindungan sesuai angka di label membutuhkan jumlah yang cukup, sementara pelembap dan makeup biasanya dioleskan tipis. Lebih aman tetap gunakan sunscreen sebagai langkah terakhir skincare pagi.

Apakah tetap perlu sunscreen saat mendung?

Ya. AAD mengingatkan kulit tetap terpapar sinar UV setiap kali kamu keluar rumah, termasuk saat mendung. Biasakan memakai sunscreen setiap pagi.

Lengkapi sunscreen-mu dengan rutinitas yang sederhana

Paket Treatment 4 Produk dari Glowing Series (Face Cleanser + Dark Spot Serum + Day Cream + Night Cream) mencakup langkah membersihkan, serum, dan pelembap pagi serta malam. Di pagi hari, tutup dengan Protectint Whitening Sunscreen sebagai langkah terakhir. Mau tanya dulu mana yang cocok untuk kulitmu? Tim kami siap bantu.

Sumber terpercaya

Ditinjau oleh: EMELA · Konten bersifat edukasi umum, bukan pengganti konsultasi dokter.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Hasil dan reaksi pemakaian skincare bisa berbeda pada tiap orang.

Baca Juga